Ternyata Kebanyakan Milyuner Tidak Pernah SD, SMP, dan SMA

Saya serius. Silahkan saudara baca sendiri buku-buku pengembangan diri yang ditulis berdasarkan wawancara kepada para milyuner, seperti The Millionaire Next Door, atau jika mencari yang terbaru ada Tools Of Titans.

Kalau mau disimpulkan, sekurangnya ada tiga sifat yang tidak ditemui pada diri mereka, tetapi justru menjadi habit pada orang-orang biasa. Termasuk kita? Mungkin. Oleh karena itu mari sama-sama berjuang meninggalkan kebiasaan tidak sehat ini, agar DNA milyuner juga mengalir dalam darah kita.

1. SD (Suka Dendam)

Orang-orang sukses tidak pernah memasukkan ke dalam hati cemoohan orang lain. Mereka sadar bahwa seandainya mereka menjadi orang yang paling sempurna sekalipun, akan tetap ada orang-orang yang tidak menyukainya tanpa alasan. Lagipula dendam, hasad, iri, dan dengki, hanya akan mengotori hati kita. Bukankah telah diperingatkan Rasulullah,

“Hindarilah dengki karena dengki itu menghancurkan kebaikan sebagaimana api melumatkan kayu bakar.”

(Hadist Riwayat Abu Daud).

Ingatlah bahwa rezeki termasuk salah satu dari jenis kebaikan yang diturunkan Allah kepada manusia. Jadi yang masih menyimpan dengki dan dendam, sama artinya menghancurkan rezekinya sendiri.

2. SMP (Suka Menyia-nyiakan Perkataan)

Inilah sifat yang cukup signifikan membedakan antara orang sukses dengan orang biasa. Buktikan sendiri. Orang sukses tidak punya waktu untuk berkata dan menulis hal yang tidak bermanfaat. Mereka sangat disiplin terhadap kata. Hadist ini senantiasa dipegang teguh oleh mereka,

“Sesungguhnya musibah itu adakalanya disebabkan dari kata-kata yang diucapkan”

(Hadist Riwayat Imam Al-Khatib dan Imam Ad-Dailami)

Sebaliknya orang biasa justru suka berkata sia-sia. Media sosial mereka pun hanya berisi ujaran-ujaran tidak bermanfaat, keluhan, kekesalan, atau menyesali nasib diri sendiri. Padahal setiap huruf yang terketik oleh jari jemari kita akan dimintai pertanggungjawabannya.

3. SMA (Suka Mencari Alasan)

Satu lagi kebiasaan orang sukses, mereka tidak pernah menunda pekerjaan. Seolah-olah ayat ini diturunkan untuk mereka,

“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), segeralah beralih mengerjakan (urusan yang lain)”

(Surat Al-Insyirah ayat 7)

Sebaliknya orang biasa selalu menemukan alasan untuk menunda pekerjaan mereka. Prinsip mereka adalah; Jika bisa ditunda sampai besok mengapa harus diselesaikan hari ini?

Itulah sebabnya orang biasa selalu kehilangan keberkahan waktu. Umur mereka bertambah satu tahun, tetapi kemajuan diri mereka seperti baru satu bulan.

Nah, sekarang saudara percaya kan, bahwa kebanyakan para milyuner tidak pernah SD, SMP, maupun SMA. Giliran kita berikutnya yuk! Bismillah.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *