Terlalu Bersemangat

Sesuatu yang baik, belum tentu menjadi baik juga bila disikapi secara berlebihan. Semua harus seimbang.


Bersemangat salah satu contohnya. Bersemangat itu baik, tetapi bila terlalu bersemangat justru jadi tidak seimbang.

Seperti yang terjadi pada seorang pasien obesitas ini. Dokter menganjurkan agar dia berjalan kaki sejauh 10 km setiap hari. Si pasien pun menyanggupinya.

30 hari kemudian pasien tersebut menelpon dokter memberitahu perkembangannya,

“Dokter terimakasih berat badan saya benar-benar turun sekarang”
“Baguslah kalau begitu pak”
“Tetapi saya punya masalah baru dok. Bagaimana cara saya pulang?”
“Memang kenapa pak?”
“Sebab sekarang jarak saya sejauh 300 km dari rumah” 🙂

Karena terlalu bersemangat, sampai salah memahami saran dokter. Kejadian yang sama juga terjadi pada si mamang saat menerima telepon dari majikannya.

“Mang, tolong bersihkan kulkas ya. Saya masih di kantor sebentar lagi pulang”
“Baik den”
“Ambil saja lap di lemari. Ada dua lap, satu buat di dalamnya, satu lagi buat di luarnya”
“Siap den”

Saat majikannya pulang dari kantor, dia melihat mamang mencuci kulkas di halaman,

“Mang, kenapa mencuci kulkasnya di keluarkan segala dari dalam rumah?”
“Sesuai perintah den, satu lap buat mamang cuci di dalam. Satu lagi mamang cuci di luar” 🙂

Jadi saat kita benar-benar sangat bersemangat melakukan sesuatu, tetaplah memahami perkataan orang lain. Jangan sampai gagal paham.

Sumber : telegram @arafat_channel

Suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *