Tahun Depan 2018 atau 1870?

Mungkin Anda heran dengan judul tulisan ini, tahun depan 2018 atau 1870?

Tentu saja saya bercanda dengan pertanyaan di atas. Semua orang juga tahu, bahwa tahun depan adalah 2018. Lalu ada apa dengan 1870?

Tadi malam saya membuka-buka koleksi buku lama, di situ diceritakan tentang seorang ahli serangga dari Perancis yang melakukan penelitian tentang ulat. Ahli itu bernama Jean Henri Fabre, dan saudara pasti sudah menebak pada tahun berapa kejadian ini berlangsung? 1870.

Sang ahli melakukan eksperimen dengan membuat ulat-ulat itu saling menyambung berbaris seperti layaknya anak-anak yang bermain kereta-keretaan. Hanya saja barisan ulat itu diatur melingkar dengan posisi ulat pertama menyentuh ulat terakhir. Di tengah-tengah lingkaran ulat ini diletakkan pucuk daun muda sebagai makanan.

Maka jadilah lingkaran ulat itu berjalan berputar-putar mengelilingi makanan. Jam berganti hari, dan hari berganti pekan, ulat-ulat terus berjalan dan berputar sampai akhirnya genap satu pekan mereka mati kelelahan dan kelaparan.

Tragis! Padahal makanan sumber kehidupan berada dengan jarak sangat dekat dengan mereka. Begitulah. Mereka hanya bergerak mengikuti ulat yang berada di depan, padahal yang di depannya juga sekedar ikut-ikutan.

Apakah hidup kita saat ini mirip seperti ulat-ulat tersebut? Hidup hanya mengikuti rutinitas, kerja keras sekedar ikut-ikutan orang banyak, tanpa menyadari ada sumber kehidupan berada dengan jarak sangat dekat dengan kita. Kalau ini yang terjadi, lebih tragis lagi!

Sudah tiba saatnya kita berani memutuskan lingkaran kebiasaan yang melelahkan ini. Agar kita juga tak berakhir kelaparan seperti ulat tersebut.

Inilah waktunya untuk berubah, untuk membelokkan arah perjalanan kita menuju sumber kehidupan sejati. Yaitu Allah. Inilah kesempatan yang sejak lama kita tunggu-tunggu, maka ambil kesempatan ini!

Jadikan momentum awal tahun sebagai awal kita memulai kebiasaan baru yang dicintai Allah. Memang tidak mudah menambah rutinitas-rutinitas baru yang lebih mulia, tetapi selama kita terus berjuang, insya Allah bisa. Karena kita manusia, bukan ulat. Lagipula tahun depan juga bukan 1870.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *