Quality Time

Malam ini saya tidak bisa tidur! Cerita isteri saya tadi sore benar-benar membuat lupa untuk mengantuk, apalagi sampai tertidur.

Sebenarnya isteri sedang meminta pendapat tentang tetangga kami, tetapi rupanya apa yang terjadi padanya itu mencerminkan keadaan saya sendiri. Itulah sebabnya cerita itu terus terbayang dalam pikiran.

Adalah sepasang suami isteri tetangga kami, dimana sang suami mendapat penempatan kerja ke luar kota. Ia pulang ke rumah setiap hari Sabtu dan Minggu, dan akan kembali meninggalkan isterinya pada hari kerja.

Selama ini semua berjalan dengan lancar, kecuali beberapa bulan ke belakang. Mungkin pekerjaan suami begitu padat. Bisa jadi tekanan kantor yang cukup membebani. Yang jelas, setiap akhir pekan ketika ia sedang berada di rumah, digunakannya hanya untuk istirahat dan bersantai-santai.

Bagi sang isteri, hal ini tentu kurang menyenangkan, karena yang ia inginkan adalah waktu yang berkualitas bersama suami. Quality time! Misalnya berwisata ke tempat hiburan dengan anak-anak, atau sekedar mengunjungi toko buku dan makan malam di tempat-tempat favorit dengan keluarga.

Sejatinya ia tidak keberatan hanya ditemui pada waktu yang terbatas, tetapi yang ia harapkan dengan waktu yang minimal tersebut sang suami mencurahkan perhatian kepadanya dengan maksimal.

Tetapi apa daya, sudahlah hanya ditemui sang suami sewaktu-waktu, itupun sekalinya bertemu hanya seadanya dan tanpa kesan.

Begitulah keadaan tetangga kami. Mari sejenak kita bercermin dengan diri kita sendiri. Alangkah miripnya dengan keadaan kita bukan? Yang selama ini setiap datang waktu shalat kita kerjakan dengan tanpa kualitas. Tanpa Quality Time!

Sejatinya jika kita belum mampu memperbanyak shalat-shalat sunnah, dan hanya menemui Allah sebatas shalat fardhu, seharusnya lah dengan waktu yang minimal tersebut kita mencurahkan perhatian kepadaNya dengan maksimal.

Tetapi apa daya, sekalinya kita shalat hanya seadanya dan tanpa kesan. Ya Rabb.

Manusia saja tidak senang diperlakukan demikian, seperti tetangga kami tersebut. Bagaimanakah hal nya dengan Allah yang menciptakan kita?

Semoga cerita itu mampu menggerakkan hati kita. Jangan lagi shalat terburu-buru. Cukup sudah shalat tanpa khusyu dan tanpa makna.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *