The Power of Positive Thinking from Syuhada Uhud

Mungkin Anda masih ingat dengan kisah tentang Perang Uhud? Perang tersebut terbagi dua babak, dimana babak pertama umat Islam meraih kemenangan. Sehingga tentara musyrik berhasil dipaksa mundur.

Karena perang (kelihatannya) sudah selesai, maka para sahabat Rasulullah di seluruh posisi berkumpul mendekati barisan utama, termasuk para sahabat yang berada di atas bukit Uhud kemudian bergerak turun ke bawah.

Ternyata tanpa diduga tentara musyrik menyerbu dengan serangan susulan. Serangan mengejutkan tersebut membuyarkan formasi para sahabat.

Bahkan dalam keadaan terjepit itu, terdengar isu bahwa Rasulullah terbunuh oleh tentara musyrik. Mendengar berita ini sebagian sahabat merespon untuk memutuskan mundur dari medan perang, mereka berkata “Kalau Rasulullah sudah wafat, lalu buat apalagi kita perang!”

Tetapi Sahabat Anas bin Nadhr memilih untuk memberi respon yang berbeda, beliau memutuskan untuk semakin maju ke tengah medan perang, dan lantang berkata, “Kalau Rasulullah sudah wafat, lalu buat apalagi kita hidup!”

Begitulah, akhirnya dengan kata-kata dari Sahabat Anas itulah semangat tentara muslim bangkit kembali. Dan umat Islam berhasil mengakhiri perang tersebut dengan kerugian seminimal mungkin.

Satu lagi pelajaran berharga dari Perang Uhud, yaitu bagaimana dahsyatnya kekuatan kata-kata.


Ternyata sebuah kejadian, tergantung kepada kita bagaimana meresponnya. Jika kita memilih untuk merespon dengan positif, maka kita akan melihat hasil yang positif juga.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika tulisan ini bermanfaat silahkan share ke temannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *