Mengubah Cara Akan Mengubah Hasil

Mari kita bayangkan, seandainya ada seorang pemuda yang sedang memasak mie. Pertama dia rebus mie, kemudian masukkan bumbu, lalu aduk rata. Selesai. Hasilnya lumayan enak.


Besoknya dia ingin rasa yang lebih enak. Dia rebus mie, masukkan bumbu, aduk rata, selesai. Begitu dicoba, kok sama kaya kemarin ? gak jadi lebih enak ?

Ternyata dia pantang menyerah. Berharap rasa yang lebih enak, besoknya dia coba lagi. Rebus mie, masukkan bumbu, aduk rata, selesai. Dicoba lagi, kenapa rasamie itu gak ada bedanya ? Kenapa gak jadi lebih enak ?

Kita semua tahu jawabannya :

“Jika kita terus melakukan cara yang sama, jangan harap mendapatkan hasil yang berbeda”.

Seharusnya orang itu menambah caranya, misalnya tambahkan telur, tambahkan bawang goreng, sosis, tumisan bawang putih, irisan cabe rawit, dll. Pasti hasilnya berbeda.

Lucunya, kita juga mirip dengan si pemuda tersebut, cuma bukan urusan mie. Melainkan dalam urusan rezeki.

“Kita terus melakukan ibadah yang sama, tetapi berharap Allah memberi rezeki yang berbeda”

Coba ingat-ingat kualitas ibadah kita sepanjang 2014 ? Lalu apa yang kita dapatkan di tahun 2015 ?

Lalu kita ulangi lagi kualitas ibadah yang sama sepanjang 2015, rezeki kita pun sama seperti tahun sebelumnya. Begitu-begitu saja

Sekarang mau kita ulangi lagi kualitas ibadah yang sama sepanjang 2016? Tebak rezeki seperti apa yang kita dapat tahun depan!

Harusnya bagaimana? Harusnya kan tambah shalat duha nya, harusnya tambah tilawah hariannya, tambah shalawat nya, istighfar nya, dll.

Insya Allah dengan merubah cara, baru kita pantas untuk menikmati perubahan rezeki.

Sumber : telegram @arafat_channel

Suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *