Makan Malam Pak Abdul

Pak Abdul tidak menyadari sebuah pesan masuk dari istrinya, pesan tersebut berisi, “Papa cepat pulang ya, mama udah masakin apa coba? Pepes ikan kesukaan papa nih”

Entahlah mungkin Pak Abdul begitu lelah dan lapar karena pekerjaan kantornya yang padat, sehingga belum sempat membuka handphone.

Kebetulan pula Pak Abdul melihat tukang nasi goreng dalam perjalanan. Maka dia menepi, dan memesan nasi goreng sebagai makan malamnya.


Selesai makan lantas pulanglah dia. Istrinya menyambut dengan senang karena sudah menyiapkan menu kesukaan suaminya tercinta itu. Tetapi kesenangan itu mendadak buyar saat menawarkan makan malam,

“Papa mau makan sekarang? Mama panasin dulu ya lauknya”
“Ga usah ma. Papa kenyang. Tadi papa makan nasi goreng di pinggir jalan!”

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Entahlah, yang jelas istrinya merasa kecewa, dan sepanjang malam itu Pak Abdul berusaha menjelaskan bahwa dia tidak membaca sama sekali pesan yang dikirimkan istrinya.

Begitu banyak manusia yang berada pada posisi Pak Abdul. Hanya saja bukan pada hubungannya kepada istrinya, melainkan kepada Allah. Iya. Semua manusia adalah Abdullah (hamba Allah) dan Allah telah menyiapkan rezeki halal yang paling baik untuk mereka selama hidup di dunia.

Tetapi diantara mereka banyak yang memilih untuk mengambil jalan rezeki yang lain dan meninggalkan jalan rezeki yang halal. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Entahlah, yang jelas Allah kecewa terhadap mereka.

Saudaraku, berjihadlah sekuat tenaga agar kita tidak termasuk golongan seperti itu. Percayalah Allah benar-benar telah menyiapkan rezeki yang halal untuk kita. Pesan ini sudah dikirimkan kepada kita melalui ayat-ayaNya. Abdullah seperti kita tidak akan sanggup menghadapi kekecewaan Allah.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika tulisan ini bermanfaat silahkan share ke temannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *