Jika…Maka…

Dulu ketika belajar logika matematika tentang implikasi :  jika X maka Y ( X –> Y)

Saya penasaran buat apa sih belajar tentang itu dan mungkin Anda pun sama seperti saya.

Ternyata Implikasi ini banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yuk kita lihat beberapa diantaranya :

1. Programing

Ketika membuat program, seorang programer harus menguasai implikasi ini dengan baik.

Dia harus membuat syarat kondisi yang harus dipenuhi untuk melakukan suatu aksi tertentu.

Misalkan jika tombol DELETE ditekan maka akan MENGHAPUS.

2. Hipnosis

Hah, hipnosis. Masa sich, hipnosis menggunakan implikasi? Ya, Anda tidak salah.

Pernah mendengar kalimat ini : Tatap mata saya, lebih dalam, lebih dalam lagi, dan tiba-tiba Anda menjadi mengantuk.

Iya, kalimat itu sering diucapkan oleh hipnotist (orang yang melakukan hipnosis).

Kalau diperhatikan kalimat tadi menggunakan struktur implikasi jika X maka Y.

Jika Anda menatap mata saya lebih dalam maka Anda akan mengantuk.

Yang menarik adalah Implikasi ini memiliki nilai yang ekivalen dengan Kontra posisi.

maksudnya begini : Jika X maka Y itu akan sama nilainya dengan Jika Tidak Y maka Tidak X

Supaya Anda tahu apa menariknya, Yuk kita lihat terjemahan al-Qur’an dan perhatikan ayat berikut yang mungkin Anda sudah sangat mengenalnya.

“Hai orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan juga pada umat sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”

Kalau kita perhatikan ayat ini ada implikasinya yaitu :

(1) Jika Anda Beriman Maka Anda Berpuasa

(2) Jika Anda Berpuasa Maka Anda akan Bertaqwa

Sekarang kita gunakan Kontra posisi untuk kedua implikasi tersebut :

(1). Jika Anda tidak Puasa Maka Anda Tidak Beriman

Wow…artinya jika Anda Tidak Puasa maka Anda Tidak Beriman.

Jadi ketika kita tidak Puasa maka Iman kita dipertanyakan. Apa betul kita beriman kepada Allah?

Ya Allah, semoga puasa yang kami lakukan adalah sebagai bukti bahwa kami masih beriman kepada-Mu.

(2). Jika Anda Tidak Bertaqwa maka Anda Tidak Berpuasa

Taqwa adalah mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Jadi Jika kita tidak mengerjakan perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-Nya maka kita sama saja tidak Puasa.

Mungkin ini yang dimaksud dengan “Banyak yang mengerjakan puasa tidak mendapat apa-apa kecuali rasa haus dan lapar”

Ya Allah, Terimalah Puasa kami dan jadikanlah kami orang yang bertaqwa.

Bagaimana, menarik?

Ternyata IMPLIKASI dan KONTRA POSISI bisa juga digunakan untuk mengevaluasi Diri.

Oh iya, saya bukan ahli agama dan masih belajar jadi tolong dikoreksi kalau ada kesalahan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *