Jangan Kalah Dengan Hachiko

Mungkin Anda sudah tahu salah surat dalam Al-Qur’an yaitu surat Al-Kahfi. Dalam surat tersebut ada kisah keteladanan seekor anjing yang setia mengikuti pemuda Ashabul Kahfi.

Mungkin Anda bertanya kengapa harus anjing ? Tidak adakah hewan lain ? Mungkin agar kita malu kepada diri sendiri saat membandingkan sifat baik  kita dengan hewan tersebut.


Saya sendiri malu saat pertama kali membaca kisah hachiko, yaitu tentang seekor anjing di Jepang yang setiap sore pergi ke stasiun shibuya untuk menjemput majikannya pulang kantor. Saat majikannya turun dari kereta, hachiko menyambutnya lalu mereka berjalan berdua sampai rumah.

Tahun 1925 majikannya wafat, tetapi rupanya hachiko tidak tau apa itu wafat. Setiap sore hachiko masih pergi ke stasiun untuk menjemput majikannya. Padahal yang dia tunggu tidak pernah datang. Tapi sore keesokan harinya hachiko tetap menjemput lagi. Terus begitu sampai hachiko juga wafat tahun 1935.

Ini bukan sebulan – dua bulan loh. Ini sepuluh tahun ! Seekor hewan bisa sabar dan setia seperti itu kepada majikan nya.

Seharusnya kita lebih berhak untuk sabar dan setia dalam menjemput pertolongan Allah. Karena kita manusia, bukan hewan. Saat kita dalam keadaan hancur, saat hanya Allah satu-satunya yang kita tuju, biasanya semangat sekali shalat tahajud, khusyu sekali setiap berdoa.

Tapi berapa lama biasanya kita bertahan? Apalagi yang menganggap pertolongan Allah tidak datang juga, luntur pula sabar dan setia kita kepada Allah. Tahajud pun berhenti. Doa pun berhenti.

Sahabat, jangan kalah dengan hachiko. Apalagi Allah berjanji mengabulkan setiap orang yang berdoa kepadaNya, dan Allah Maha Menepati Janji.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika tulisan ini bermanfaat silahkan share ke temannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *