Hikayat Sang Papatong

Apakah Anda tahu Papatong? Buat orang Sunda mungkin sudah tidak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Papatong berasal dari bahasa Sunda yang artinya capung.

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi kisah tentang Hikayat Sang Papatong. Yuk baca sampai selesai ya, karena banyak pelajaran dan hikmah di dalamnya.

Alkisah di sebuah hutan tampak sekelompok capung sedang terbang mengelilingi seekor sahabatnya yang hanya berdiam diri di atas daun teratai.

Pemandangan ini disaksikan dari kejauhan oleh seekor capung muda. Merasa penasaran dengan apa yang dilihatnya, bertanyalah ia kepada si capung tua yang bijaksana,

“Kakek, apa yang terjadi dengan capung di atas daun teratai itu?”
“Dia sedang dibujuk oleh kawan-kawannya untuk terbang, tetapi dia tidak mau”
“Kenapa begitu, Kek?”

“Karena dia sudah merasa nyaman dengan keadaannya dulu sebagai capung muda. Dia lupa bahwa dia sudah bermetamorfosis menjadi capung dewasa. Kedua sayapnya sudah tumbuh, insang pun sudah berganti. Tetapi dia tidak mau menerima kenyataan tersebut. Hidup ini pilihan, dan dia memilih untuk selamanya menjadi mahluk pemalas”

Begitulah kisah si capung yang berakhir menyedihkan itu. Semuanya bermula karena ia tidak mau menerima perubahan. Padahal alam ini terus berubah, dan Allah telah membekali dirinya dengan keajaiban yang disebut metamorfosis, agar dia siap menerima perubahan alam ini.

Jadi sebenarnya semua mahluk itu diberi kemudahan oleh Allah. Semua mahluk itu kuat, sempurna, sanggup menghadapi perubahan. Hanya kemalasan dirinya sendiri yang membuatnya menjadi sulit.

Semoga kita tidak berakhir dengan menyedihkan juga ya, seperti sang papatong dalam hikayat tersebut.

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika tulisan ini bermanfaat silahkan share ke temannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *