Disiplin dan Konsisten

Jika penduduk sebuah negara memiliki sifat disiplin dan konsisten dalam pekerjaannya, maka negara itu akan siap bersaing di era globalisasi seperti sekarang ini.

Oleh karena itu, kita sebagai penduduk Indonesia harus mulai belajar disiplin dan konsisten demi kemajuan bangsa kita sendiri.

Tahukah Anda, salah satu faktor yang mengajarkan ketidakdisiplinan dan ketidakkonsistenan ternyata lagu yang sering kita nyanyikan ketika masih kecil. Mari kita buktikan contohnya dalam lirik ini,

“Aku seorang kapiten, mempunyai pedang panjang, kalau berjalan prok prok prok”

Coba lihat, di awal lagu cerita tentang pedang, tapi di akhir lagu justru cerita tentang sepatu dilihat dari bunyinya prok prok prok. Seharusnya kan bunyi pedang cring cring cring.

Mau contoh lagu lain? Silahkan ingat-ingat lagu ini,

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja”

Nah ini tidak konsisten juga, lagi di tengah-tengah naik gunung, belum juga sampai puncak sudah mengeluh tinggi-tinggi sekali. Kemudian memutuskan untuk lihat-lihat kiri kanan saja, gak jadi naik gunungnya.

Terakhir di dapati juga dalam lagu di bawah ini,

“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita”

Ini benar-benar mengajarkan untuk tidak produktif. Kalau hanya menanam jagung, buat apa cangkul yang dalam? Memangnya mau buat sumur? Hehehe đŸ™‚

Sumber : telegram @arafat_channel

Jika suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *