Cinta Tak Terbalas

“Apa kamu masih juga meragukan cintanya ? Dia sayang banget loh sama kamu. Dan aku yakin kamu juga sebenarnya sayang kan sama dia ?” Kalimat tersebut adalah cuplikan percakapan dari sebuah novel remaja.

Menarik sekali jika kalimat yang mirip kita pakai untuk bertanya kepada diri sendiri, maka jadinya begini,

“Apa kita masih juga meragukan cintanya Rasulullah ? Bukankah Rasulullah begitu sayang sama kita ? Dan sebenarnya kita juga sayang kan sama Rasulullah ? Lalu mengapa belum datang juga waktunya untuk membalas cinta Rasulullah ?”

Salah satu bukti rasa cinta Rasulullah yang sangat tinggi kepada kita, dengan melihat bagaimana Rasulullah adalah satu-satunya Nabi yang tawar-menawar kepada Allah demi kebahagiaan kita.

Lihatlah Nabi Ibrahim menyerahkan semua keputusan yang berhubungan dengan umatnya kepada Allah. Beliau berdoa “Duhai Tuhanku, yang mengikuti aku adalah golonganku, adapun yang mengabaikanku, (aku kembalikan tarserah kepada Mu), sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang “ Surat Ibrahim :36

Lihatlah Nabi Isa juga demikian. Beliau berdoa “Duhai Tuhanku, (mereka yang mengabaikanku), apabila Engkau mau menurunkan azab, maka Engkau pantas melakukannya karena mereka adalah hamba-Mu juga, apabila Engkau mau memaafkan, sungguh Engkau Maha Agung lagi Bijaksana” Surat Al-Maidah : 118


Tetapi bagaimana dengan Rasulullah ? Demi kecintaannya kepada kita, Rasulullah justru mengajukan permohonan agar Allah mengampuni seluruh umatnya tanpa terkecuali.

Tidak cukupkah hal ini memperlihatkan seberapa besar cintanya kepada kita ? Lalu mengapa belum datang juga waktunya bagi kita membalas cintanya ? Yaitu dengan banyak bershalawat kepadanya. Setiap hari. Seumur hidup kita.

Sumber : telegram @arafat_channel

Suka dengan tulisan ini silahkan share ke temannya ya. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *